Babad Pasek Dukuh Sebun
DESKRIPSI NASKAH
- Tanggal deskripsi : Pebruari 2020
- Kode dan nomor naskah : B/I/5/Disbud
- Judul Naskah : Babad Pasek Dukuh Sebun
- Pengarang/Penulis : Ida Made Agung, Budakling, Karangasem
- Nama Pemilik/Lokasi : Dinas Kebudayaan Provinsi Bali
- Tahun Penyalinan : 1987
- Tempat penyalinan : Karangasem, Bali
- Jenis alas naskah : Daun Lontar
- Kondisi Fisik : bagus
- Penjilidan/cakepan : utuh
- Bentuk : prosa
- Sampul : Kayu
- Penomoran halaman : ada, pada lembar b
- Jumlah total halaman : 55 lembar
- Jumlah halaman kosong : 1 lembar
- Jumlah halaman isi : 54 lembar
- Jumlah baris dlm setiap halaman : 4 baris
- Ukuran naskah dalam Cm. (pxlxt) : 30x3,5
24, Ukuran teks dalam Cm. (pxl) : 24x2,5
- Illuminasi/illustrasi : ada
- Aksara dan Bahasa : Aksara Bali, Bahasa Jawa Kuna
- Warna tinta : Hitam
- Catatan lain : -
- Kolofon : ada
- Ringkasan Isi dalam tiap teks :
Menceritakan Dalem Yang memerintah di Bali yang memerintah di Bali yatiut : Dalem Deha, Dalem Dandawa, Dalem Bedahulu, Dalem Baturenggong, Dalem Salpeni, Dalem Ketut dan sudah ditulis dan diberikan kepada Ki Pasek Dukuh Sebun. Dikasahkan Bhatara Brahma merunukan Mpu Witadharmaberputara Mpu Wiradharma dan menurunkan tiga orang putra Mpu Lampita, Mpu Ajnyana, Mpu Pastika. Mpu Lampita berputra Mpu Kuturan dan Mpu Bharadah, Mpu Adnyana berputra Mpu Pananda yang kemudian menurunka Pasek Gelgel, Pasek Denpasar, Pangeran Tangkas, Pasek Tohjiwa, Pasek Nongan, Pasek Prateka. Dikisahkan Bali tidak mempunyai pemimpin, kemudian Dalem Majapahit dating ke Bali yang diiringi oleh Pasek Gelgel, Pasek Bandesa, dan Pasek Dukuh Sebun. Arya Damar berkedudukan di Tabanan, Arya Batanjruk berkedudukan di mangwi, Arya Manguri di Tambangan, Arya Patandakan di Karangasem, Arya Kuta Waringin di Buleleng, Arya Belog di kaba-Kaba Pasek Silahan menjadi Sedahan, Pasek gaduh bertugas ngamong pura-pura. Menjelaskan pengabenan Dalem, tidak boleh dipakai oleh orang lain, jika melanggar akan terkena sangsi. Juga menjelaskan pemelastian Bhatara di besakih ke Batu Klotok setiap sepuluh tahun sekali diatur oleh Pasek Salahin dan Pasek Gaduh, ke Yeh Sah setiap lima tahun, ke Tegal Suci setiap empat tahun. Adapun wewenang yang diberikan kepada Padek Dukuh di desa Sebun untuk ngamong pura-pura yang ada serta melaksanakan puja wali di pura tersebut. Dan upacara pengabenan warga pasek serta cuntaka bagi warga pasek.
Sumber Data dan Pendeskripsi Naskah : Dra. Ni Putu Seni (Pustakawan Ahli Madya)